Senin, 05 September 2011

Senin, September 05, 2011





PANTUN JENAKA :
1.
Ini katun bukan sembarang katun
Katun tebal dari salatiga
Daripada kita duduk melamun
Elok merangkai pantun jenaka

2.
Anak kucing di bawah kolong
Menyusu seekor Si belang tiga
Daripada loe loe semua bengong
Mari kita ramaikan pantun jenaka
( hehehehehehe )


Heru Emka dan Muhammad Rain :
1.
Kucing belang di atas meja
Menunggu ikan dari tuannya
Siapa tak kenal mereka berdua
Orangnya gokil lucu wajahnya

2.
Siapa tak kenal pak Heru Emka
Pak Rain adalah teman facebooknya
Orangnya lucu suka ketawa
Kalau ketawa percis mulut kuda
( hahahahahahhaha )

THR :
Langit hujan cuaca mendung
Petir menggelegar bak meriam berdentang
Sanak saudara datang berkunjung
Aku menghilang lewat pintu belakang

BOTAK :
Keris pusaka di dalam kotak
Kotak persegi warna biru muda
Kepalaku licin terlihat botak
Walaupun botak banyak yang suka

KUMIS :
Gajah tua panjang belalai
Berjalan gontai di hutan jati
Walau Kumisku lebat jatuh menjuntai
Gunanya Sebagai Penyaring kopi


SENYUM :
Bunga tulip kembang merekah
Tumbuh merimbun di padang teritis
Sekalipun pak Muh.Rain senyumnya sumringah
Masih kalah dengan senyumku yang manis


TAMPANG :
Dari sabang sampai merauke
Tanah abang hingga pulau angke
Walau dompetku isinya tak ade
Tampangku masih terlihat kece
( hahahaha, sok pede nih si Mr.pede)


CARI PACAR :
Hati-hati memakan cendawan
Cendawan beracun haruslah dibuang
Jangan terkecoh dengan wajah menawan
Siapa tahu dia bencong taman lawang


KONEKSI INTERNET :
Ulat kibang Seperti sifut
Jalannya lamban langkahnya pelan
Koneksi internet loyo simaput
Signal masuk angin eror jaringan


TERTAWA :
Abu rokok di dalam asbak
Asbak terletak di atas meja
Kalau tertawa jangan terbahak bahak
Karena kelihatan gigimu kuning semua


  
PUSAR :
Pergi wisata ke taman mini
Singgah ke warung membeli lontong
Cewek manis janganlah memakai bikini
Apalagi kalau pusarnya terlihat bodong


ROK MINI :
Pergi ke pasar membeli kuini
Kuini manis busuk isinya
Cewek sexy janganlah pakai rok mini
Apalagi kalau di paha banyak panunya


KECIL :
tampak seekor si anak kancil
Anak kancil lari ke dalam rimba
Jangan meremehkan orang kecil
Walaupun kecil panjang akalnya


LEBARAN :
Bulan Ramadhan telah berlalu
Bulan Syawal di ambang perjalanan
Bagaimana hati tak jadi pilu
Dompet tipis setelah hari lebaran


GENDUT :
1.
Sarapan pagi ulam kerupuk
Ulam segenggam si Jengkol muda
Walau badannya terlihat gemuk
perutnya buncit besar kentutnya


2.
Anak kerbau memakan rumput
Serindit hinggap di atas punggungnya
sungguh berat berbini gendut
karena dia banyak makannya


KURUS :
1.
Ikan patin enak dikukus
Kerupuk udang sedap rasanya
Beruntung dapat beristeri kurus
Makannya sedikit irit biaya


Ini pantun hanya sebagai hiburan
Siapa yang tersungging harap dimaafkan

Cecak merayap di sela dinding
Ini pantun hanya just kidding

Jika ada kain yang sobek
Jangan disimpan dalam lemari
Kalau ada katakata yang mengejek
Jangan disimpan dalam lemari lagi
( ups muuf salah ketik, maksud gue tuh : jangan disimpan dalam hati, giccu loh )  Pls duehhhh,

Kue loyang kue putu
Harap ketawa kalau lucu
Gulai patin sayur lodeh
Kalau kurang lutju, ketawa aja deh

Tempe bacem isinya tahu
Bikin pantun jenaka, susah tauuuuuuuuuu ...
hihihihihihik



# Senandung Jiwa Nyanyian Pengembara @
Bintang Kejora II ( Syahrial Mandeliang ), Syawal 1432 H / Sepetember 2011 , ( pondok aksara , gudang pantun jenaka )


Nf: sepontan kutorehkan lagi pantun jenaka ini , sebagai penghibur hati yang gundah gulana , daripada songong memikirkan perputaran roda kehidupan , apalagi roda perputaran dunia fana ini, termasuk roda pedati upss...pusinggg tauuuuuu....hehehhehe.....

awalnya rada sulit cari tema dan katakata yang akan dirangkai, seperti prinsip hidupku yang bagaikan air mengalir , mengalir sampai jauh , kutulis saja apa yang terbenam dalam kepala, lucu atau tak lucu , emang gue pikirin, hahhahhaha.......siapa yang telah membaca dan merasa lucu, ketawa ya, atau minimal senyam senyum, kalau kurang lucu, ketawa aja deh, ketawain pantunnya yang terkesan kurang lucu, hahhahaha.....

0 Comments:

Posting Komentar