Minggu, 22 Februari 2015

Minggu, Februari 22, 2015



Kitab : Sejarah Teks Al-Qur’an -Dari Wahyu sampai Kompilasi ( Kajian Perbandingan dengan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru )
Penulis : Prof.Dr.M.M.al-A’zami
Penerbit : GIP
Cover : Hard Cover
Tebal buku : +- 396 halaman
==================== 
SINOPSIS :
Buku ini menyajikan ide pemikiran secara lugas tentang kitab suci Al-Qur’an serta sistem preservasinya dan sekaligus membedah trik negatif dan sasaran tembak pihak Orientalis. Asal-usul penerimaan wahyu, peranan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam sosialisasi ajarannya, koleksi ayat-ayat serta setting naskah akhir seluruhnya dikupas secara jeli oleh penulisnya. Topik bahasan melingkup, antara lain, asal-usul naskah bahasa Arab, sebutan Mushaf Ibn Mas’ud, metodologi ketat yang dikemas dalam pengolahan data, dan semua jenis fragmentasi naskah.
==================== 
harga buku :
untuk wilayah Indonesia : Rp.150 ribu ( belum termasuk ongkos kirim )
Brunei : BND. 45 ( free postage )
Singapore : sin $ 45 ( free postage )

Contact order untuk wilayah Indonesia :
Syahrial Mandeliang , 085761672179 dan 0852 65758158
Twitter : @mandeliang 

====================
*Tentang Penulis
Muhammad Mustafa Al-A’zami adalah salah seorang cendikiawan terkemuka di bidang ilmu Hadith, lahir di Mau, India pada awal tahun tiga puluhan. Pendidikan pertama di Dar al-Uluum Deoband, India (1952), Universitas al-Azhar, Kairo, (M.A.,1955), Universitas Cambridge (Ph.D.,1966). Guru Besar Emeritus (pensiun) pada Univeritsas King Saud (Riyad) dan beliau pernah menjabat sebagai kepala jurusan Studi Keislaman, dan memiliki kewarganegaraan Saudi Arabia.
Profesor A’zami pernah menjabat sebagai Sekretaris Perpustakaan Nasional, Qatar; Associate Professor pada Universitas Umm al-Qurd (Mekkah); Sebagai cedikiawan tamu pada Universitas Michigan (Ann Arbor); Fellow kunjungan pada St. Cross College (Universitas Oxford); Professor Tamu Yayasan Raja Faisal di bidang Studi Islam pada Universitas Princeton.
Pada tahun 1980 beliau menerima Hadiah Internasional Raja Faisal untuk studi keislaman.

0 Comments:

Posting Komentar