Kamis, 04 September 2014

Kamis, September 04, 2014



Puisi-Puisi Mbeling

1.Puisi mbeling :

Ini puisiku mbeling atau bukan mbeling
Aku tak mau ambil pusing
Cukuplah krisis ekonomi membuatku pening
hampir saja menyeretku jadi maling

Biarkan yang membaca mikir tujuh keliling
Biarkan saja katakata memutar keliling
Seperti kuda lumping makan beling

2. penyair dan penyihir

Apa persamaan penyair dan penyihir ?
Tak usah telat mikir;

Samasama memukau dan menyihir
Dengan tumpukan katakata
:Mantra

Bukan ?


3. Uang palsu :

Peringatan pemerintah :
Berhati-hatilah dengan uang palsu
Apalagi wakil rakyat dan pejabat bermuka palsu

Uang palsu telah banyak beredar dimana-mana
Waspadalah !
Sebab orang-orang susah sudah mulai jengah
Tergoda ingin hidup mewah
Tak ingin pasrah , tak mau kalah dijajah oleh nasib yang lemah

Lakukan dengan 3 D ;
Dilihat, diraba dan diterawang
Sebelum anda menerima uang dari sembarang orang
Sebab, bukan saja orang kaya
Tak kuat hidup dalam kesulitan
Orang miskin pun tak sanggup menerima ejekan
Yang Telah lama terjerat penderitaan
Ingin terlepas dari kemelaratan
Sebab mereka telah jengah oleh keadaan
tak mengerti arti keadilan
Dalam putaran roda kehidupan


----------
angkot cs kernet

pasar senen...
gandul gandul,
pasar kodim,
pasar pusat
orang sudah panen
awak masih nyundul
orang lalim sering dilaknat
garis tangan ditulis melarat

pasar senen...gandul gandul,
pasar kodim, pasar pusat
pasar senen...
gandul...gandul,
pasar kodim,
pasar pusat
kenapa nasibku selalu sekarat?
-------------

3 ONGGOK PUISI

Telah nyemplung tiga onggok puisi
Saat aku duduk di atas toilet

Plung … plung…plung



Namun 3 ongok puisi itu melindap ,
setelah itu tak kudengar ia menangis
Atau mengeluarkan suara, dan tanda-tanda
tak juga berteriak
Karena tenggelam dalam  kegelapan 


3 puisi itu adalah

-         dewan Rakyat penghianat
-         koruptor laknat
-         supremasi hukum tak sesuai harapan rakyat


KUTU BUKU :

Percis rambut di kepalamu
Ilmu pengetahuan subur di otakmu

Ada yang bilang , kau bakar kertaskertas buku
kau tuang di dalam mangkok berisi air
Lalu kau minum semuanya, hingga kutu di buku itu
Merayap dan besemayam di kepalamu


PUNTAN PANTUN

Banyak siasat yang tak betul
Mengandalkan usaha dengan si botak gundul
Dengan cara memelihara dan membeli tuyul
Agar asap dapur dan mobil tetap ngepul


Ada orang kerjanya ngepet
Karena hidup semakin kepepet
Pendapatan ekonomi semakin seret
Mencari nafkah dengan menyerempet

-----------------
R.M Minang
(2,7)
Tambuah ciek meja duo
Banyakkan kuahnyo, uda

-----------------



WARUNG NASI SERBA 6000

Murah meriah, makan batambuah
Kuah banyak makan bapaluah
Terjangkau semua kalangan
Hemat biaya pengeluaran

------------------------

Syahrial Mandeliang, Pekanbaru-Riau 2012

0 Comments:

Posting Komentar