Selasa, 17 Mei 2011

Selasa, Mei 17, 2011

MERACAU RACAU TENTANG KORUPSI

Jangan kalian umbar emosi tanpa kendali
Di jalan-jalan, di gedung gedung pengadilan
Di perapatan lampu merah mulut kalian berapi-api
Berteriak memecah langit mengumpat ba bi bu
memaki perilaku korupsi dan koruptor
Sehingga kalian mencaci mengeluarkan kata-kata kotor

Untuk apa kalian menabur badai menjadi teroris
Menanam niat balas dendam bertindak sadis
Demonstrasi menuntut kedilan bertindak bengis
Menyampaikan aspirasi dengan cara anarkis
Berhadapan dengan aparat berseragam pagar betis
bahkan diam-diam Merakit bom untuk diledakkan
sebab kalian merasa di negeri ini sudah sulit mencari keadilan
bukankah itu juga perilaku yang merugikan?

Di negeri ini sudah lazim dengan bencana
Bencana alam bencana moral bencana keyakinan agama
Kalian mengutuk perilaku korupsi pejabat negara
Ah itu karena kalian belum dapat kesempatan saja

Di televisi Para pengamat cuapcuap meradang
Seolah-olah di luar sistem mereka mencerca begitu gampang
Jika diberikan jabatan dan peluang
Belum tentu jua lebih baik daripada sekarang

Bukankah dari dulu perilaku korupsi kolusi dan nepotisme
telah beranak pinak  Dalam keseharian kita ?
Dari urusan kecil hingga urusan besar
Dari hal hal detail hingga sesuatu yang mendasar
Mulai dari urusan KTP hingga surat surat berharga
dari mengurus surat surat tanah hingga surat nikah
Semasih menjadi orang kecil tak memiliki jabatan apa apa
Hingga setelah menjabat kalian melakukan hal yang sama

Lalu kenapa kita sekarang mengutuk mereka
Para koruptor yang telah menilap uang negara ?
Bukankah sudah ada aparat penegak hukum
Yang menyingkap dan menggulung mereka ?

Barangkali kalian sudah tahu
Perilaku korupsi orang tak tahu malu
Menggadaikan iman dan harga diri
Dengan alasan membahagiakan anak isteri

Uang mempu membutakan mata
Tak pandang bulu itu siapa
Dari kaum kapitalis hingga para ulama
Sudah banyak yang dijebloskan dalam jeruji penjara

Uang mengatur segalanya
Uang mampu menggelapkan mata
Bahkan mampu membutakan hati nurani kita
Tak pandang ia itu orang biasa atau ulama
Semua sudah terbukti adanya
Jika tak mampu menjaga iman dan taqwa
Bermain api bermain mata berbuat nista
Sungguh celaka hidup diatas dunia
Menerima ganjaran di akhirat dari sang Pencipta

Banyak sudah para demonstran yang dahulu idealis
Berjuang semasa masih kuliah jadi aktivis
Lalu setelah duduk menjadi pejabat
Terjebak lingkaran setan Berperilaku bejat

Alangkah baiknya kita yang tak bisa melakukan apa apa
Hanya menjadi rakyat biasa ,hindarilah perbuatan nista
Belajar Menjaga diri dari perilaku menumpuk dosa
Tunjukkan dan katakan kepada mereka
Bahwa itu perilaku tak benar dan nista adanya
Alloh maha kuasa serahkan semua kepadaNya
Jika dia berkehendak cahaya hidayah untuk siapa saja


 @ senandung jiwa nyanyian pengembara @
Bintang Kejora II, 17 Mei 2011 

0 Comments:

Posting Komentar